Monday, November 24, 2008

Menstrual Disorder


Menstrual Disorder
doctor Monte Selvanus Luigi Kusuma
PKU Muhammadiyah Gombong Hospital
Pay Per Click

You may download these related article. Download 1st Article, Download 2nd Article


Metrorrhagia:
Uterine bleeding at irregular intervals, particularly between the expected menstrual periods. Metrorrhagia may be a sign of an underlying disorder, such as hormone imbalance, endometriosis, uterine fibroids or, rarely, cancer of the uterus. Metrorrhagia may cause significant anemia

Menorrhagia: Excessive uterine bleeding occurring at the expected intervals of the menstrual periods. The bleeding from the uterus starts on schedule but is heavier than usual and may last longer than usual. Menorrhagia may be a sign of an underlying disorder, such as hormone imbalance, endometriosis, uterine fibroids or, rarely, cancer of the uterus. Menorrhagia may cause significant anemia

Menometrorrhagia: Excessive uterine bleeding, both at the usual time of menstrual periods and at other irregular intervals. Menometrorrhagia can be a sign of a number of different disorders including hormone imbalance, endometriosis, benign fibroid tumors in the uterus, and, rarely, cancer. Women who have abnormal menstrual bleeding should always consult their physician to rule out these conditions. Anemia may result from the excessive uterine bleeding. Treatment depends on the cause. If there does not appear to be a dangerous cause, such as cancer, hormone supplementation or the therapeutic use of birth control pills to better control the menstrual cycle may be recommended.

34 comments:

  1. Artikel 1
    Menstruasi adalah proses alamiah pada peremouan. Normalnya, menstruasi terjadi setiap 22-35 hari, selama 2-7 hari. Terdapat lima gangguan menstruasi yang paling sering muncul, yaitu oligomenore (jangka waktu haid terlalu lama), polimenore (terlalu sering haid), hipermenorea (darah haid terlalu banyak), hipomenorea (darah haid terlalu sedikit), dan amenore (tidak haid sama sekali).

    Ada dua penyebab utama gangguan menstruasi. Pertama, kelainan organ seperti mioma, kanker atau polip. Kedua, kelainan hormonal. Dari kelima gangguan menstruasi diatas, ada yang berbahaya ada yang tidak berbahaya. Oligomenore tidak berbahaya, namun perempuan dapat memiliki potensi sulit hamil, karena tidak terjadi ovulasi. Polimenore dan hipermenore adalah gangguan menstruasi yang berbahaya. Terlalu sering haid (polimenore), misalnya 2 minggu sekali, dapat menyebabkan anemia. Begitu juga dengan hipermenore dapat menyebabkan anemia. Polimenore dan hipermenore juga berhubungan dengan gangguan bekuan darah dan mioma. Polimenore yang terkait dengan gangguan hormonal, dapat terjadi pada perempuan yang mengalami peralihan dari masa subur ke masa menopause. Polimenore juga dapat terjadi pada perempuan muda menjelang haid pertama kali. Perempuan obesitas juga terkadang mengalami polimenore. Factor penyebab hipermenore adalah mioma uteri, polip endometrium, endometritis, dll. Suntik KB dapat menyebabkan oligomenore maupun amenore. Jika tidak menggunakan KB pil ato suntik, oligomenore berhubungan dengan penyakit polikistik ovarium. Yang menyebabkan perempuan tidak dapat menghasilkan sel telur, sehingga tidak terdaji ovulasi yang pada akhirnya dapat menimbulkan gangguan hormone, akibatnya jangka waktu haid sangat lama.

    Perempuan dikatakan amenorea jika tidak menstruasi lebih dari 5 bulan sejak menstruasi terakhir. Amenore dibagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Amenore primer terjadi pada perempuan yang tidak pernah mendapatkan haid, sedangkan amenorea sekunder terjadi pada orang yang pernah mendapatkan haid, tapi kemudian berhenti karena anovulasi. Amenore primer biasanya disebabkan oleh gangguan dari lahir. Sedangkan amenore sekunder dapat disebabkan karena kehamilan, penggunaan KB, dll.
    Sebaiknya jika perempuan mengalami siklus haid yang tidak sesuai dengan kriteria normal, segera memeriksakan diri ke dokter.

    ReplyDelete
  2. Beberapa Kali Haid Berhenti

    Masalah :

    Dokter Monte yang baik, saya punya masalah yang cukup serius. Saya gadis berusia 35 tahun. Pertama kali mendapat haid usia 15 tahun. Setelah beberapa lama berjalan, haid saya berhenti. Kemudian saya haid lagi di usia 25 tahun. Namun kembali berhenti. Saya kembali haid di usia 29 tahun. Lalu tiba-tiba berhenti haid lagi, hingga sekarang.

    Berbahayakah gejala ini? Apakah ada hubungannya dengan sakit kepala yang sering mendera, juga eputihan, maag serta darah rendah yang saya derita? Terima kasih banyak, bila dokter mau menjelaskan apa yang saya derita.

    Chika Kemala – Bintaro

    ReplyDelete
  3. Jawaban :

    Buat Mbak Chika,

    Wanita, mulai dari usia remaja hingga dewasa, normal-nya akan mengalami periode menstruasi atau haid dalam perjalanan hidupnya. Yaitu keluarnya darah yang terjadi secara periodik atau siklik endometrium. Keluarnya darah dari vagina adalah karena luruhnya lapisan dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah dan juga sel telur yang tidak dibuahi.

    Panjang siklus terjadinya menstruasi cukup bervariasi. Yang masuk kategori normal adalah sekitar 28 hari, dengan variasi yang beragam antara wanita satu dengan yang lainnya. Panjang pendeknya siklus ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor hormon,usia dan stress. Pada usia 12 tahun, siklus menstruasi biasanya berlangsung selama 31 hari, menginjak usia 34 tahun, periode menstruasi mencapai 27 hari. Sedangkan pada wanita diatas usia 50 tahun, rentang periode menstruasi bisa mencapai 52 hari. Sementara lama haid atau jangka waktu keluarnya darah, rata-rata 3-5 hari. Variasi yang ada adalah antara 1-2 hari atau 7-8 hari.

    Periode menstruasi tak selalu berlangsung mulus. Dalam bahasa awam, gangguan ini dikenal dengan beberapa istilah, seperti haid tidak lancar, sedikit, atau sebaliknya terlalu banyak hingga waktu haid menjadi memanjang.

    Banyak juga wanita yang sering mengalami terlambat haid meskipun tidak hamil. Dan yang paling banyak kita jumpai adanya rasa sakit pada haid, atau dysmenorhea. Siklus haid juga dipengaruhi oleh faktor hormon. Beberapa penyakit tertentu, dapat mempengaruhi keseimbangan hormon estrogen dan progesterone. Hal ini dapat mengakibatkan kacaunya siklus haid. Faktor kelelahan secara psikis juga dapat mempengaruhi siklus tersebut.

    Ada beberapa istilah medis yang sering dijumpai untuk menyebutkan adanya gangguan pendarahan pada siklus menstruasi. Diantaranya adalah:

    1. Hipermenoria, adalah pendarahan haid yang lebih banyak dari normal.Biasanya berlangsung lebih dari 8 hari. Ini karena terdapat gangguan pada uterus atau rahim.

    2. Polimenore, yaitu pendarahan haid yang tidak begitu banyak dan siklus menstruasi kurang dari 21 hari. Biasanya diakibatkan dari gangguan ovulasi atau karena adanya penyakit sistemik yang berhubungan dengan sistem hormonal.

    3. Metroregia, yaitu pendarahan yang terjadi antara 2 siklus haid dan darah yang keluar kebanyakan sedikit atau bahkan banyak.

    Proses terjadinya menstruasi melibatkan berbagai komponen yang bekerja sinergis. Organ-organ yang terlibat antara lain adalah otak, alat genetalia, cortex ardenal, glandula thyroidea serta adanya sistem lain yang terikat.

    Faktor yang turut dalam pengaturan siklus menstruasi tersebut, harus bekerja secara kompak jika mengalami gangguan, tentunya akan mempengaruhi secara keseluruhan sehingga kemungkinan penyakit yang mba erna derita saat ini ada hubungannya dengan siklus menstruasi mba chika.

    Sebaiknya, untuk lebih memastikan apa yang menjadi penyebab keluhan Mba Chika saat ini, konsultasikan langsung ke dokter spesialis kandungan. Agar dapat dilakukan pemeriksaan yang lebih akurat. Semoga keterangan saya bermanfaat. Terima kasih.

    Dr. Monte Selvanus

    ReplyDelete
  4. Artikel 2
    Menstruasi adalah proses alamiah pada perempuan. Normalnya, menstruasi terjadi setiap 22-35 hari, selama 2-7 hari. Terdapat lima gangguan menstruasi yang paling sering muncul, yaitu oligomenore (jangka waktu haid terlalu lama), polimenore (terlalu sering haid), hipermenorea (darah haid terlalu banyak), hipomenorea (darah haid terlalu sedikit), dan amenore (tidak haid sama sekali).

    Ada dua penyebab utama gangguan menstruasi. Pertama, kelainan organ seperti mioma, kanker atau polip. Kedua, kelainan hormonal. Dari kelima gangguan menstruasi diatas, ada yang berbahaya ada yang tidak berbahaya. Oligomenore tidak berbahaya, namun perempuan dapat memiliki potensi sulit hamil, karena tidak terjadi ovulasi. Polimenore dan hipermenore adalah gangguan menstruasi yang berbahaya. Terlalu sering haid (polimenore), misalnya 2 minggu sekali, dapat menyebabkan anemia. Begitu juga dengan hipermenore dapat menyebabkan anemia. Polimenore dan hipermenore juga berhubungan dengan gangguan bekuan darah dan mioma. Polimenore yang terkait dengan gangguan hormonal, dapat terjadi pada perempuan yang mengalami peralihan dari masa subur ke masa menopause. Polimenore juga dapat terjadi pada perempuan muda menjelang haid pertama kali. Perempuan obesitas juga terkadang mengalami polimenore. Factor penyebab hipermenore adalah mioma uteri, polip endometrium, endometritis, dll.

    ReplyDelete
  5. Hipermenoria = pendarahan haid yang lebih banyak dari normal.
    Biasanya berlangsung lebih dari 8 hari. Ini karena terdapat gangguan pada uterus atau rahim.

    Polimenore = pendarahan haid yang tidak begitu banyak dan siklus menstruasi kurang dari 21 hari. Biasanya diakibatkan dari gangguan ovulasi atau karena adanya penyakit sistemik yang berhubungan dengan sistem hormonal.

    Metroregia = pendarahan yang terjadi antara 2 siklus haid dan darah yang keluar kebanyakan sedikit atau bahkan banyak.
    (diambil situs kafemuslimah.com )

    ReplyDelete
  6. Menambahkan Artikel Punya Pak Monte (dr.Nurmi, dr.Slamet, dr. Lucy -BPRSUD Kebumen)
    DRUGS

    ENDOMETRIL
    GENERIK Linestrenol.

    INDIKASI
    Oligomenore & hipomenore, polimenore, menoragia & metroragia (perdarahan dari rahim yang banyak di luar masa haid), perdarahan rahim disfungsional, dismenore (nyeri saat haid), sindroma premenstruasi, penekanan ovulasi, nyeri ovulasi dan atau perdarahan, penekanan atau memperlambat menstruasi, mastopati fibrokistik, endometriosis, karsinoma endometrium dan atau metastase, kasus-kasus tertentu dari amenore primer dan sekunder.

    KONTRA INDIKASI
    Riwayat atau sedang menderita penyakit hati, sakit kuning kolestatik, perdarahan per vagina yang tak terdiagnosa, riwayat gatal-gatal berat selama hamil, herpes gestasionis atau sakit kuning selama hamil, sindroma Rotor & Dubin-Johnson.
    Wanita hamil.

    PERHATIAN
    Kloasma (keadaan warna kulit wajah yang berubah setempay menjadi tengguli), kelainan tromboembolik, gagal jantung tersembunyi atau jelas, gangguan fungsi ginjal, hipertensi, migren, epilepsi.
    Interaksi obat : menurunnya kemanjuran Linestrenol saat digunakan bersama dengan antikonvulsan, Barbiturat, Rifampisin.

    EFEK SAMPING
    Gangguan saluran pencernaan, sakit kuning kolestatik, payudara terlalu lembek, kloasma, ruam kulit, sakit kepala, migren, perubahan suasana hati, retensi cairan, penurunan toleransi glukosa, perubahan berat badan, perdarahan intermenstrual, amenore setelah terapi, perubahan sekresi servikal, infeksi vagina.
    KEMASAN
    Tablet 5 mg x 10 x 10 biji.

    DOSIS
    1. Oligomenore & hipomenore : 1 tablet sehari pada hari ke 16-25 siklus haid.
    2. Polimenore : 1 tablet sehari pada hari ke 5-25 siklus haid, ulangi selama 2-3 kali siklus haid.
    3. Menoragia & metroragia, perdarahan rahim disfungsional:
    - Keluhan ringan: 2 tablet sehari selama 10 hari.
    Ulangi selama 3 kali siklus menstruasi berikutnya dengan dosis sebesar 1 tablet pada hari ke 16-25 siklus haid.
    - keluhan berat : 2 tablet sehari selama 10 hari dilanjutkan dengan 1 tablet sehari selama 3 bulan tanpa henti.
    4. Dimenore, sindroma premenstruasi : 1 tablet sehari pada hari ke 5-25 siklus haid.
    5. Penekanan ovulasi, nyeri ovulasi dan atau perdarahan : 1 tablet sehari pada hari ke 5-25.
    6. Menekan atau memperlambat menstruasi : 1 tablet sehari dimulai pada hari ke-5 siklus haid dan dilanjutkan selama diperlukan. Jika perdarahan terjadi, tingkatkan dosis menjadi 2-3 tablet sehari selama 3-5 hari.
    7. Mastopati fibrokistik : 1 tablet sehari pada hari ke 5-25 selama 3-4 bulan atau lebih.
    8. Endometriosis : 1 tablet sehari selama 6 bulan atau lebih.
    9. Karsinoma endometrium dan atau metastase : 6-10 tablet sehari untuk jangka panjang.
    10. kasus-kasus tertentu dari amenore primer dan sekunder : pengobatan dimulai dengan 0,05 mg Etinilestradiol sehari selama 25 hari dan 1 tablet Endometril sehari pada hari ke 16-25 siklus haid. Ulangi untuk 2 kali siklus haid.

    Jaya terus pak Monte, kapan nikah...

    ReplyDelete
  7. Dokter, teman-teman saya yang seumur (16) sudah mendapat menstruasi sejak mereka berumur 11 atau 12 tahun. Namun, saya kok sampai sekarang belum haid sekali pun.

    Kenapa ya Dok? Apakah saya tidak normal? Kalau saya tidak haid berarti saya tidak bisa punya anak dong nanti? Dok tolong ya, saya diberi penjelasan tentang haid ini. Terima kasih.

    Ana di Bandung

    ReplyDelete
  8. Jawaban :

    Buat Dik Ana

    Lazimnya saat ini seorang remaja mulai haid pada usia sekitar 11-13 tahun. Apabila sampai dengan usia 16 tahun seorang gadis belum pernah mendapat haid, keadaan seperti ini adalah suatu kelainan yang disebut primary amenorrhea (amenore primer).

    Penyebab amenore primer ini antara lain adalah:
    1. Perubahan berat badan yang tiba-tiba (menjadi sangat kurus) misalnya karena tidak mau makan, anoreksia nervosa, stres fisik, bulimia.
    2. Malnutrisi (kurang gizi)
    3. Obesitas (berat badan naik > 10 kg)
    4. Penyakit-penyakit kronis (menahun)
    5. Kelainan bawaan pada saluran genital (rahim tidak terbentuk, kelainan indung telur, sekat pada vagina, atau hymen menutup/hymen imperforate)

    Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan kelainan hormonal seperti disgenesis gonad, hipotiroidi, hipertiroidi, penyakit cushing, sindroma polikistik ovarium, dll.

    Banyak hal yang harus dilakukan untuk memastikan penyebabnya, dari mulai pemeriksaan fisik, laboratorium untuk pemeriksaan hormonal, sonografi/USG , pemeriksaan kromosom atau laparoskopi (meneropong alat genital dalam dari perut/bawah pusar).

    Segeralah kunjungi dokter spesialis kandungan konsultan fertilitas endokrin reproduksi agar kelainan tersebut segera dapat diketahui dan diobati.

    dr. Monte Selvanus Luigi Kusuma

    ReplyDelete
  9. Tambahan terminologi

    Siklus menstruasi adalah suatu bentuk keseimbangan yang rumit antara tubuh, pikiran dan emosi. Diatur oleh hormon-hormon dan bulan – siklus mentruasi bisa menjadi suatu sumber kesehatan menyeluruh (membantu untuk menyeimbangkan tubuh dan emosi dan berperan sebagai sebuah kompas bagi kehidupan wanita) atau sumber dari ketidaknyamanan dan penderitaan utama. Ketidakseimbangan hormon-hormon yang berperan dalam siklus mentruasi bisa menimbulkan sejumlah masalah sebagai berikut:

    * Pendarahan terlalu sedikit atau terlalu banyak
    * Masa berlangsungnya menstruasi (perdarahan) yang terlalu singkat atau terlalu lama
    * Siklus menstruasi terlalu pendek atau terlalu panjang

    Sejumlah masalah siklus dan perdarahan pada menstruasi tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

    POLIMENORE
    Polimenore adalah terjadinya perdarahan yang kurang lebih sama atau lebih banyak dari volume perdarahan menstruasi normal dengan panjang siklus menstruasi kurang dari 21 hari per siklusnya. Penyebabnya adalah gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan pada proses ovulasi.

    OLIGOMENORE
    Oligomenore adalah volume perdarahan yang lebih sedikit dari volume perdarahan menstruasi normal dengan panjang siklus menstruasi lebih dari 35 hari per siklusnya.

    AMENORE
    Amenore adalah berhentinya/tidak terjadinya perdarahan haid, minimal 3 bulan berturut-turut dengan siklus haid memanjang dari siklus haid klasik (oligomenore).

    HIPERMENORE
    Hipermenore adalah terjadinya perdarahan haid yang terlalu banyak dan berlangsung lebih lama dari normalnya (lebih dari 8 hari). Penyebabnya adalah tumor uterus (mioma uteri), gangguan kontraksi uterus, polip endometrium uteri, gangguan pelepasan lapisan endometrium uteri pada saat terjadinya perdarahan haid.

    HIPOMENORE
    Hipomenore adalah perdarahan haid yang lebih sedikit dari biasanya, tetapi tidak mengganggu fertilitasnya. Penyebabnya adalah gangguan hormonal endokrin dan kelainan uterus.
    Disarikan dari: Problema Haid, dr. H. Hendrik, M.Kes

    Ketidakteraturan ini dapat juga menyumbangkan masalah pada kesuburan. Jika hormon tidak seimbang maka seluruh area kesuburan dapat terpengaruh. Masalah-masalah yang berkaitan dengan siklus tersebut dapat disebabkan oleh terjadinya defisiensi dalam pola makan, kurang sehat, terlalu stress dan sedikitnya pemahaman mengenai bagaimana tubuh wanita bekerja. Secara medis, ketidakteraturan ini sering diobati dengan memperkenalkan (seringkali buatan/sintetis) hormon ke dalam sistem tubuh wanita. Hormon-hormon dari luar ini akan mengatur siklus menstruasi dengan menolak atau mengesampingkan ritme alami tubuh. Namun Terapi Sulih Hormon (TSH) ini selain telah terbukti beresiko terhadap serangan jantung, kanker, stroke dan lain sebagainya, penggunaan dalam jangka waktu yang lama juga akan membuat kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon sendiri semakin menurun sehingga tubuh tidak mendapatkan suplay hormon sesuai kebutuhan.

    ReplyDelete
  10. Dokter monte yang baik hati,

    Saya wanita berusia 28 tahun dan sudah menikah selama 4 tahun. Setelah menikah saya mengalami ganguan haid yang tidak kunjung hadir sampai berbulan-bulan, padahal sebelum menikah lancar-lancar saja.

    Setelah periksa ke dokter, dokter hanya memberikan obat Cyclo-Progynova dan setelah itu saya bisa dapat haid lancar kembali itupun hanya bertahan 3 bulan selanjutnya saya tidak bisa menstruasi lagi samapi berbulan-bulan...mungkin dokter punya second opinion buat saya karena hasil analisa saya mengidap gangguan hormonal dan harus rutin terapi hormonal...

    Terimakasih

    ERNISAH
    PT. Wahyu Pratama Sukses
    Jakarta

    ReplyDelete
  11. Mb erny, yang baik.

    Rasanya kasus-kasus seperti yang mbak erny alami, banyak dijumpai di masyarakat kita. Memang variasi yang terjadi berlainan, ada yang sebelumnya lancar kemudian menjadi tidak lancar setelah menikah, dan ada yang semula kurang lancar menjadi sering sekali haid setelah menikah. Sekali lagi, semua itu memang berhubungan dengan hormonal. Namun yang seringkali dilupakan bahwa hormonal itu dipicu oleh glandula di dalam otak. Dengan kata kondisi hormonal yang tidak normal itu selain dipicu oleh kelainan organ pembentuknya juga oleh pacuan dari otak.

    Menurut saya mbak, di samping mbak harus mengkonsumsi obat-obat hormonal, juga harus 'mengobati' faktor pemicunya yang berada dalam otak. Obat-obatan memang efektif, namun jika faktor pemicunya belum dihilangkan, otomatis penyakitnya akan kambuh lagi. Bagaimana supaya faktor pemicunya jangan terus-menerus menyebabkan 'kekacauan'? Di antaranya menhindari stress, rutin berolahraga, sesekali rekreasi, meditasi seperti sholat dan lain-lain. Obat-obat diteruskan, sambil tappering off. Mudah-mudahan keluhan yang mbak erny alami bisa tuntas.

    Sebelum saya akhiri, saya ingin menyampaikan fakta, bahwa hampir 60% penyakit yang kita alami sebagian besar dipicu oleh faktor stress. Kelelahan bekerja, padatnya aktivitas sehingga kita lupa ada sesuatu yang berontak dalam otak kita dan menimbulkan kekacauan.

    Demikian kira-kira mbak erny, mudah-mudahan bermanfaat.

    dr. Monte Selvanus Luigi Kusuma

    ReplyDelete
  12. Assalammualikum wr wb ,

    Dokter Monte, terima kasih banyak sudah di balas pertanyaannya. Erny mau tanya lagi nih, tadi ada baca-baca di website nya fortunestar soal breast cancer katanya orang yang menderita gangguan hormonal apalagi tidak pernah hamil bisa terkena breast cancer ya ???

    Aduh kok serem banget ya ? trus apa kah memang cancer itu lebih kepada faktor genetis ya ???? atau sekarang bsia menimpa siapa aja ??? karena pola hidup atau kebiasaan yanh tidak sehat ???? masih seputar pertanyaan yang kemarin, apakah saya benar2 sulit hamil ? ataukah mandul ?

    Kira-kira ada efek samping gak kalo terlalu sering mengkonsumsi obat hormonal, karena kalo saya baca-baca di artikel2 gitu katanya bisa menyebabbkan cancer juga ya ????

    Aduh dokter monter tolong dibantu ya Erny....btw dah mampir ke blog aku belu ?? tolong diisiin artikel yg bagus2 ya

    Terima kasih dokter.

    Erny
    PT. WPS-Jkt

    ReplyDelete
  13. Komunitas dokter RSUD Kebumen said:

    Menjawab pertanyaan bu erny, yang ibu erny baca memang benar adanya. Perlu kita ketahui bersama bahwasanya hormon estrogen maupun progesteron yang berperan dalam siklus kehamilan merupakan salah satu hormon tubuh yang bisa memacu tumbuhnya sel dan pelepasan ovum. Dengan kata lain, hormon-hormon wanita itu layaknya seperti pupuk bagi tanaman, atau boleh dibilang sebagai hormon pertumbuhan. Tanpa adanya hormon tersebut, payudara wanita juga tidak akan tumbuh. Yang luar biasa adalah hormon-hormon ini saling melengkapi satu sama lain, jika salah satunya turun, maka hormon yang lain segera meningkat jumlahnya. Dan ketika kenaikan hormon kedua segera direspon tubuh dengan meningkatkan hormon pertama yang turun tadi. Dengan demikian terjadi keseimbangan dalam tubuh. Pada kondisi-kondisi tertentu, misalnya pada saat haid, maka salah satu hormon menjadi sangat rendah sehingga tidak bisa mempertahankan sel-sel dalam rahim akhibatnya terjadi pengelupasan sel-sel endometrium. Inilah yang disebut haid.

    Pada keadaan patologis, yaitu hormonnya tidak stabil dalam jangka waktu lama, bisa terjadi misalnya pertumbuhan yang berlebihan terhadap sel-sel tubuh. Sebagaimana tadi kita umpamakan hormon adalah pupuk, pemberian pupuk yang berlebihan justru akan membuat kerusakan. Demikianlah kira-kira jawabannya bu erny

    ReplyDelete
  14. aya minta penjelsan mengenai ciri-ciri fisik (terutama pada daerah kewanitaannya)pada wanita yang terkena kanker leher rahim.... Apakah ada dan bisa terlihat langsung? Mohon penjelasannya...
    Terima kasih

    ReplyDelete
  15. saya berumur 19 tahun..semenjak haid pertama kali hingga saat ini haid saya tidak teratur,,
    setelah periksa ke dokter, katanya kekurangan hormon,,terus diberi resep. setelah pemberian obat, haid saya teratur, kira2 3 bulan haid saya teratur..
    tetapi setelah itu tidak teratur kembali,,apakah saya harus tergantung obat yang mengandung hormon esterogen itu???

    ReplyDelete
  16. saya berumur 21 tahun
    siklus haid saya kurang baik..terkadang normal,tetapi terkadang kurang dari 21 hari..dan haid saya terkadang kurang dr 14 hari,tetapi terkadang lebih dari 14 hari..
    kira2 pengaruh apa ya?
    sebelum nya saya perna 3 kali ke dokter dan diagnosa ny karena maslah hormonal,bahkan saya sempat diberi obat hormon..
    mohon di beri masukan,,
    terimakasih

    ReplyDelete
  17. siklus haid saya tidak tentu, kadang normal tetapi lebih sering kurng dari 14 hari. saya takut bila ada penyakit berbahaya. tolong beri saya masukan

    ReplyDelete
  18. saya berumur 20 thn. Sdh 2bln ini menstruasi saya
    Sedikit sekali dok.. Biasanya klo datang bln bisa
    Sampai 3 atw 7 hr. Skrng hanya 1 hari. Itupun sedikit
    Sekali.. Kenapa ya dok??

    Thx

    Inne

    ReplyDelete
  19. saya berumur 39 tahun. 2 bulan terakhir hanya muncul flek selama 2 hari. dan bulan ini kok mensnya agak lama ya Dok?( udah 14 hari) tapi jumlahnya biasa aja. apa yang terjadi dengan saya Dok? apakah ini berbahaya. Oh Ya.. saya tidak pakai kontrasepsi apapun. I do need your your answer Dok? tq

    ReplyDelete
  20. saya maw nanya..
    saya belum menstruasi,ttp sering kali keluar lendir dr vgna saya dan terkadang ada bercak-bercak kuning di celana dalam saya.
    apakah itu pertanda saya akan menstruasi?
    kira-kira saya sudah mengalami itu 3 minggu yang lalu.
    trms.

    ReplyDelete
  21. dok, tolong kasi obat polimenore yadok
    istri saya sudah 2 tahun menalami ini dok, haid yang terus-menerus.......
    tolong ya dok. thank's

    ReplyDelete
  22. Dok, saya remaja b'usia 16 thn
    siklus menstruasi saya tdk p'nah t'atur
    tp x ini saya bnr2 bgung
    krna menstruasi saya sdh 2 minggu lbh tdk b'henti,tp sdh mulai b'krng.
    apa yg saya almi dok,
    berbahayakah itu, apa makanan atau obat yang seharusnya saya konsumsi ??
    tlg beri jwbannya dok,trimz...

    ReplyDelete
  23. ada ga obat utk oligomenore? bs ga hitung masa subur klo qt mengalami oligomenore?

    ReplyDelete
  24. dokter saya berumur 29thn, pada umur 27thn saya menikah... sebelum menikah siklus menstruasi saya lancar jika ada keterlambatan masih normal... setelah menikah 10 bulan saya mengalami keterlambatan haid 2 minggu, setelah saya test kehamilan hasilnya negatif.. lalu saya konsultasikan ke dokter ternyata saya di vonis menderita kista endometrosis.. lalu saya menjalani operasi kista laparoskopi.. april 2008 setelah itu saya melakuakn program hamil..dan belum berhasil juga. di tahun 2009 saya mengalami siklus haid yang tidak menentu... bisa terlambat 1-2 bulan lamanya..dan ini terus berlangsung sampai saat ini di tahun 2010 kira2 apa yang menjadi penyebabnya ya dok.. karena saya sudah ingin sekali mempunyai keturunan, mengingat umur saya yang semakin bertambah...ada obat yang harus saya konsumsi dokter? karena saya sudah berobat ke macam2 dokter, ada yang memberi saya profertil, lalu dokter lain menghentikan konsumsi tersebut diganti dengan metformin, lalu ganti lagi dengan sejenis vitamin E sampe saya bosan dok.
    oya dok untuk menambah kualitas sperma sebaiknya mengkonsumsi obat apa ya dok? atau ada makanan penunjang lainnya?.. karena kami sudah berusaha mengkonsumsi toge, udang, ikan lele, kerang kepah, telur bebek, yang katanya bisa menambah kesuburan. Dokter saya berharap dokter bia membantu. Terima kasih saya ucapkan.

    ReplyDelete
  25. hallo dokter,

    saya gadis usia 26thn, sebulan belakangan ini saya mengalami haid 3x tp durasinya hanya sekitar 2-3hr saja dan itu biasanya terjadi saat kondisi badan sedang tidak fit. apakah ada hubungannya dengan terlalu lelah atau stress??
    atau ada gejala penyakit kanker rahim atau Miom?

    Terima kasih,

    ReplyDelete
  26. assalamualaikum wr wb.
    Saya gadis usia 26 tahun,mendapat haid pertama pada usia 11 tahun. akhir-akhir ini siklus haid saya tidak normal. beberapa bulan kemarin hampir 5 bulan tidak mendapat haid. pada akhirnya saya minum obat untuk mengatasi terlambat bulan. akan tetapi hal tersebut juga tidak berhasil. kemudian saya minum jamu kunyit serta berolah raga dan akhirnya berhasil dengan durasi haid saya kurang lebih 2 minggu. masalahnya,bulan-bulan ini, keluhan itu muncul lagi. sudah 2 bulan haid saya tidak datang. indikasi apa ini dok? berbahayakah?
    terima kasih

    ReplyDelete
  27. Halo dok, saya ingin konsultasi nih ttg masalah haid. saya pertama kali mendapat haid pada saat umur saya 13 tahun...dan seingat saya lancar2 saja...sampai saya menginjak bangku kuliah baru mulai tidak teratur dan saya juga tidak pernah menginagt kapan haid (hrs) dtg dan kapan berhenti. terkadang 1 bln tidak mendptkan haid.. kadang 2 bln... saya mmg tidak ada keluhan apa. kalo dapat haid juga tidak sakit atau gmn, semuanya biasa2 aja. sekarang umur saya 28 thn...dan telah mempunyai pasangan, dan kami menunda kehamilan, jadi selama berhub kami mengunakan alat kontrasepsi (condom). tetapi kali ini saya telat haid sampai hampir 3 bln lebih, saya testpack 3x dan neg, ke dokter juga neg. jadi dok memberikan aku obat CYCLO PROGYNOVA untuk melancarkan haid. Saya di anjurkan meminum pada malam pertama haid. sedangkan di kotak obat tertera hari ke 5,so saya jd bingung. apakah ini diminum selama saya haid dan stop mengkonsumsi obat ini setelah haid berhenti atau gimana, karena saya sudah tidak ingat. Dan saya membaca efek dari obt ini, bisa menyebabkan breast cancer and liver tumor??? jadi bagus nya gimana dok? saya jadi takut.
    Trus kalo saya sering telat haid dari masa remaja sampai apa berarti aku tidak subur? dan susah punya baby? apa obt ini bisa meningkatkan kesuburan aku? saya ingin mempunyai anak tahun depan.
    semoga dokter dapat memberikan saya saran.

    Thnks

    ReplyDelete
  28. assalam..
    dok, saya gadis berusia 20 th. Bulan lalu haid saya sangat lama(hampir 3 minggu) tidak berhenti-berhenti.waktu periksa ke dokter, bliau bilang kalu itu gangguan hormonal. lalu saya diberi obat prothyra, pospargin dan zinc pro. tapi begitu obatnya habis setelah 5 hari kemudian saya mengalami haid lagi yang lama jg . apa yang yang terjadi pada saya?apakah itu sangat berbahaya dok?
    terimakasih

    ReplyDelete
  29. Umur saya 22th,menikah.
    Sdh 1th menikah tp menunda pny anak krn pkrjaan dg cr ejakulasi d luar vagina.
    Sejak menikah siklus haid tdk tratur.
    1bln haid normal slma 7hr, 1 atau 2 bln berikutnya tdk haid..bgtu seterusnya.
    Sblm menikah dlm 1th hny 1bln tdh haid.
    Trakhr haid agus'10,sept n okt blm haid jg.
    Awal okt saya sdh k ginekolog,bb 57,5kg, tb 160cm,tekanan darah normal(kata susterny), hasil transvaginal ada bulatan kecil sbsar 2,5cm.
    Diagnosa dokter itu adlh sel telur yg tdk matang krn pngaruh hormonal.
    Dokter membrikan provera 10tablet yg d minum 1x sehari.
    Tp hingga obat hbs,haid blm dtng jg.
    Kira2 mslh lainya apa y dok?
    Apakah dokter bs memberikan opini k2?
    Thx

    ReplyDelete
  30. haloo dokter, nama saya audi
    umur saya 24 tahun dan baru menikah 1 tahun 2 bulan...biasanya saya selalu mens teratur tapi mens terakhir pada ulan februari tgl 14...dan belum menstruasi sampai sekarang, saya coba test hasilnya negatif.....apakah itu berbahaya dok?itu penyakit , kelainan atau ganguan??terima kasih dok atas jawabannya
    selamat malam

    ReplyDelete
  31. Robi' Siti NurjanahDecember 14, 2010 at 8:02 PM

    assalamu'alaikum dokter,
    saya siti, gadis berumur 17 tahun, saya mengalami menstruasi 3 kali selama 1 bulan, dan setelah saya baca artikel balasan Anda, saya pikir saya polimenorea, apakah polimenorea tersebut berbahaya bagi kesuburan.??dan apa yang harus dilakukan agar polimenorea itu tidak terjadi lagi??

    ReplyDelete
  32. Yth. Dokter Monte yg baik hati

    Sy ibu dr 4 anak, sekarang usia 52 th, mulai mens usia 12 th. Sekarang mens sy sdh tdk teratur lg kadang 2 bln br mens lg, wkt mens sdh 2 minggu ini msh keluar banyak dn ada yg menggumpal, berbahayakah Dok? sy hrs minum obat apa spy mens berhenti? Terimakasih

    ReplyDelete
  33. Selamat malam dokter,
    saya wanita 21th,,
    saya mau curhat ni dok,,
    menstruasi saya terganggu parah sejak gigi geraham kiri saya tumbuh,, tumbuhnya di daging pipi,, jadi klo kondisi saya g fit,stress, atau capek dikit, pipi kiri saya lgsung membengkak sebesar bakso,,
    dan saya pikir menstruasi saya seperti biasa,, kalau ga datang 1 bulan ya ikut nyundul di bulan depan, tapi ternyata tidak,,
    sejak awal sakit gigi, hamir mau 4 bulan saya tidak mens, dan selama itu juga saya konsumsi obat sakit gigi secara berkala kalau lagi kumat,,karena nabung juga buat operasi gigi,,
    akhirnya saya dibulan itu (maret 12) ke dr.kandungan, di USG rahimnya baik2 saja, dan ukurannya normal,
    dokter bilang itu gangguan hormon karena sel telur tidak berproduksi jadi tidak mengalami menstruasi,,di kasi prothyra 1x10 hari, dan bulan maret itu juga saya mens dan tidak sakit gigi,
    bulan april, gigi saya kumat lagi, akhirnya minum obat penghilang bengkak, dan akhirnya bulan mei awal giginya dicabut,
    dan april, mei, juni 2012, saya belum juga mens, padahal sudah tidak ad masalah gigi,,
    tapi jujur dok, karena konsumsi obat yg ga berhenti2 selama 1 semester, badan saya jadi gendut, olah raga juga kurang, tinggi 155 berat 65.
    yg saya mau tanyakan,
    apakah saya lgsg konsumsi phothyra lagi? atau ke dokter kandungan aja, sambil ngumpulin duit juga dok, soalnya pengeluaran bulan ini sangat banyak,,
    mohon sarannya dok,,, terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hormat saya,,
      vienna,,

      Delete

Please Write Down Your Problems Here